Kamukah itu?

996149_301636193348912_6084200148899306129_nBerawal dari kekaguman menghantarkanmu pada sebuah keputusan

Meski tak mudah untuk memulainya, meski tak mudah pula mempertahankan dan memperjuangkannya.

 

Niqab !

Bukan karena engkau merasa sangat cantik, sehingga harus kau tutupi.

Bukan pula karena merasa tak percaya diri, hingga harus dibiarkan tersembunyi.

Dan bukan juga karena ingin dipandang baik, suci dan ‘berharga’ di mata manusia.

Bukan, sungguh bukan karena itu.

 

Keputusanmu dibuat hanya untuk menjaga

Berupaya menjaga apa yang sepantasnya dijaga

Keputusanmu dibuat semata ingin berusaha

Menjadi sebuah permata di hadapanNya.

 

Sebuah ungkapan yang dulu pun saya rasakan. Terkagum melihat seorang perempuan yang tak satupun kujumpai wajahnya di dunia maya.

Sebuah kekaguman yang dulu saya rasakan. Saat berkesempatan berjumpa dengan perempuan-perempuan bercadar. Suatu kesempatan dapat melihat wajah-wajah cantik yang selama ini mereka tutupi, yang pada akhirnya membuat saya tersadar bahwa kecantikan itu spesial,istimewa dan hanya dipersembahkan untuk orang-orang yang spesial pula, mahram kita.

Dulu, saya menganggap aneh dan ekstrim terhadap perempuan-perempuan yang menutupi wajahnya dan yang tidak suka memajang fotonya. Fanatik, berlebihan !!

Namun lambat laun, saya semakin sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah baik dan dapat menjaga kemuliaan mereka. Sikap yang mereka pegang teguh meski terkadang godaan seringkali datang, sungguh bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan jika bukan karenaNya.

Sungguh ingin menjadi seperti mereka yang pandai menjaga.

Mereka cantik, berhijab sempurna dan memiliki akhlak yang mempesona. Namun tak sedikitpun mereka berbangga dengan apa yang ada pada diri mereka. Tak sedikitpun mereka suka menampakkan diri ke hadapan umum hanya agar diakui keberadaanya. Hanya agar dunia tahu, bahwa ia memakai pakaian sesuai syariat-Nya. Hanya agar orang-orang tau bahwa ia begitu cantik dengan niqabnya. Sungguh, tak pernah mereka melakukan itu.

Mereka sungguh konsisten. Pesona dunia maya tak sedikitpun menarik mereka hingga menanggalkan prinsip mereka. Mereka tak suka dipandang, tak suka jika seseorang apalagi lelaki asing memperhatikan ia secara seksama. Ya, itulah mereka meskipun di dunia maya. Mereka tak rela potret mereka dapat dinikmati setiap mata. Mata-mata yang mungkin dapat saja menjadikan foto-foto itu objek fantasi kotornya.

Dari mereka saya mengambil sebuh pelajaran berharga. Dan dari mereka pulalah tamparan keras seolah saya rasakan. Terkadang masih ada keinginan untuk meng-upload foto ke sosial media. Terkadang masih ingin ‘memperlihatkan diri’ meski hanya tampak belakang, samping ataupun hanya tampak niqab saja. Pelajaran dari mereka sungguh membuat diri saya malu, saya merasa tak suka dipandang apalagi diperhatikan hingga saya memutuskan untuk mengenakan niqab. Lantas jika saya mengupload foto meski hanya terlihat mata saja, bukankah itu tandanya masih senang dilihat? Masih ingin diperhatikan? Lalu apa fungsi niqab sebenarnya bagi saya? Apakah hanya nampak hiasan saja? Semoga tidak demikian. 😦

Dan beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah gambar di sosial media yang bertuliskan :

Aku sangat kagum dengan wanita yang tak kutemukan fotonya di dunia maya. Itu berarti, untuk melihatnya aku harus bertemu dengan ayahnya. Kamukah itu?

 

Ya, semoga .

Sampai berjumpa di rumah ^_^

 

Cimahi 26032016 | @rositadewiha

Iklan

4 pemikiran pada “Kamukah itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s